Sabtu, 11 Maret 2017

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Hallo Guys! Welcome bact into my Blog!!!
Guys! mimin boleh enggak nanya ke kalian? Gini loh, kalian tau enggak kenapa kata "Makan" itu ada dalam bahasa kita? Terus itu, asal-usul dari bahasa kita itu bagaimana ya guys? Kalau kalian mau tau sejarah bahasa kita, baca artikel yang sudah mimin sediain dibawah ya guys! Love you all <3 (Lovenya enggak butuh min -___-)

A.  Sumber Bahasa Indonesia
      Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dahulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja dikepulauan nusantara, melainkan juga hampir diseluruh Asia Tenggara.
      Bahasa Melayu mulai dipergunakan sebagai alat komunikasi semenjak ditemukannya berbagai batu bertulis (Prasasti) kuno yang ditemukan seperti:

  • Prasasti Kedudukan Bukti di Palembang, tahun 683
  • Prasasti Talang Tuo di Palembang tahun 684
  • Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat tahun 686 
  • Prasasti Karang Brahi antara Jambi dan Sungai Musi tahun 688 yang bertulis Pra-nagari dan bahasanya bahasa Melayu kuno 
       Memberi petunjuk kepada kita bahwa bahasa Melayu dalam bentuk bahasa Melayu Kuno sudah dipakai sebagai alat komunikasi pada zaman Sriwijaya. Prasasti-prasasti yang juga tertulis didalam bahasa Melayu Kuno terdapat di Jawa Tengah dan di Bogor. Kedua prasasti dipulau jawa itu memperkuat pula dugaan kita bahwa bahasa Melayu Kuno pada waktu itu bukan saja di pakai di pulau Sumatera, melainkan juga dipakai dipulau Jawa.

      Berdasarkan petunjuk-petunjuk lainnya, dapatlah kita kemukakan bahwa pada zaman Sriwijaya bahasa Melayu berfungsi sebagai berikut:
  1. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra.
  2. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) antar suku di Indonesia.
  3. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perdagangan, terutama disepanjang pantai, baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun bagi pedagang-pedagang yang datang dari luar Indonesia. 
  4. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa resmi kerajaan.
B. Peresmian Nama Bahasa Indonesia
     Bahasa Indonesia dengan perlahan-lahan, tetapi pasti, berkembang dan tumbuh terus. Pada waktu akhir-akhir ini perkembangannya itu menjadi demikian pesatnya sehingga bahasa ini telah menjelma menjadi bahasa modern, yang kaya akan kosakata dan mantap dalam struktur.
      Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda kita mengikrarkan sumpah pemuda. Pernyataan yang pertama adalah pengakuan bahwa pulau-pulau yang bertebaran dilautan yang menghubungkan pulau-pulau merupakan wilayah Republik Indonesia sekarangadalah satu kesatuan tumpah darah yang disebut Tanah Air Indonesia. Pernyataan yang kedua adalah pengakuan bahwa manusia-manusia yang menepati bumi Indonesia itu juga merupakan satu kesatuan yang disebut bangsa Indonesia. Pernyataan yang ketiga tidak merupakan pengakuan "berbahasa satu", tetapi merupakan pernyataan tekad kebahasaan yang menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
     Dengan diikrarkan Sumpah Pemuda, resmilah bahasa melayu yang sudah dipakai sejak pertengahan abad VII itu menjadi bahasa Indonesia.
C.  Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia
      Ada empat faktor yang menjadi penyebab bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut:
  1. Bahasa Melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan, dan bahasa perdagangan.
  2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa ini tidak dikenal tingkatan bahasa seperti dalam bahasa jawa (ngoko, kromo) atau perbedaan bahasa kasar dan halus, seperti dalam bahasa Sunda (kasar,lemes
  3. Suku Jawa, suku Sunda, dan suku-suku yang lain dengan sukarela meneriman bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
  4. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
D.   Peristiwa-peristiwa Penting yang Berkaitan Dengan Perkembangan Bahasa Melayu/Indonesia
  1. Pada tahun 1901 disusun ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan dimuat dalam Kitab Logat Melayu.
  2. Pada tahun 1908 pemerintah menditikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (taman bacaan rakyat) yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Balai Pustaka menerbitkan buku-buku novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun berrcocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebarab bahasa Melayu dikalangan masyarakat luas.
  3. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada saat itulah para pemuda pilihan memancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.
  4. Pada tahun 1933 secara resmi bediri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya pujangga baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.
  5. Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan kongres bahasa Indonesia I di Solo.
  6. Pada tanggal 18 Agustus ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.
  7. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
  8. Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober-2 November 1954.
  9. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan melalui pidato Kenegaraan didepan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan keputusan Presiden No. 57, tahun 1972.
  10. Pada tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku diseluruh Indonesia.
  11. Kongres Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November 1978.
  12. Kongres Bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada 21-26 November 1983.
  13. Kongres Bahasa Indonesia V juga diadakan di Jakarta pada tanggal 28 oktober-3 November 1988.
  14. Kongres Bahasa Indonesia VI diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November 1993.
  15. Kongres Bahasa Indonesia VII yang diselenggarakan dihotel Indonesia Jakarta pada 26-30 Oktober 1998.
  16. Kongres Bahasa Indonesia VIII yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 14-17 Oktober 2003.
  17. Kongres Bahasa Indonesia IX yang diselanggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-1 November 2008.
  18. Kongres Bahasa Indonesia X yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-31 Oktober 2013.

Daftar Pustaka: Zaenal Arifin, S. Amran Tasai (2004), Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi, Akademika Pressindo: Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar