Kali ini mimin datang lagi buat share tentang prosa. Prosa yang mimin share kali ini adalah prosa berjeniskan cerpen fabel. Maaf ya kalau cerpen yang mimin buat ini belum bisa sebagus cerpen yang pernah kalian baca. hehehe~
Kisah Raja Bijaksana dan Kesabaran
Jerapah
Karya: Andriani Putri Lestari
Karya: Andriani Putri Lestari
Suatu
hari, semua rakyat pada hutan Suka Maju terlihat berkumpul di padang rumput
kerajaan. Terlihat raja hutan yaitu raja Singa membawa seekor beruang kusam
dengan tas biola ditangan kanannya. Semua rakyat merasa penasaran dengan beruang
yang dibawa oleh sang raja. Kemudian sang raja memperbaiki posisi duduknya
diatas singgasana dan mulai berbicara.
“Hai
rakyat Hutan Suka Maju yang berbahagia! Maksud saya untuk mengumpulkan kalian
disini adalah untuk memperkenalkan beruang coklat ini kepada kalian semua!”
Kata raja tersebut dengan penuh wibawa. Merasa ada yang aneh dengan sikap raja,
seekor jerapah memberanikan diri untuk bertanya kepada sang raja.
“Wahai
raja yang sangat saya hormati. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin
bertanya kepada anda yang mulia!”
“Silahkan
rakyatku! Bertanyalah apapun yang ingin kau pertanyakan.” Kata raja dengan
sangat sopan kepada rakyatnya.
“Ada
apakah gerangan anda membawa beruang kusam itu ke lingkungan kerajaan kita?
Lihatlah raja, semua rakyatmu adalah rakyat-rakyat yang berkecukupan. Lihatlah
penampilan mereka! Bukankah baik dipandang mata wahai raja? Sedangkan dia
adalah beruang yang sangat kusam dan tak enak dipandang mata! Untuk apa dia ada
dilingkungan kita wahai yang mulia?”
Dengan
sangat percaya diri, raja mendorong langkah beruang itu ke depannya dan
tersenyum kecil. “Jangan malu beruang. Tunjukkan lah kepada semua rakyatku
ini!”. Kemudia beruang itu mulai memainkan biola yang ia pegang. Awalnya,
beruang merasa kurang percaya diri dikarenakan ini adalah pertama kalinya ia
memainkan biola didepan seorang raja besar. Namun, dengan keyakinan diri ia
mulai melakukannya. Gesekan-gesekan yang keluar dari senar biola tersebut akhirnya
membuat para hewan terpaku. Mereka sangat menikmati lagu yang dimainkan oleh
beruang kusam itu.
“Inilah
alasan saya wahai jerapah mengapa saya membawanya ke negeri kita. Sudahkah kau
melihat ayam yang ada dinegeri seberang sana? Suaranya begitu indah. Bahkan
ayam itu sudah pergi keberbagai negeri untuk memenuhi undangan kerajaan. Sedangkan
dinegeri kita ada apa? Kerapihan kalian tidak selalu mendukung kesuksesan
negeri kita. Kita juga membutuhkan seseorang yang bisa membawa nama negeri kita
kemanapun ia pergi.” Kata sang raja dengan penuh percaya diri. Jerapah mulai
merasa menyesal telah meremehkan beruang berbakat itu. Ia terlihat menundukkan
kepala dan mulai mundur kebelakang. Saat ia ingin berbalik pulang, terdengar
suara raja memanggilnya.
“Jerapah!!
Kemana kau akan pergi?” kata raja yang kemudian membuat jerapah kaget dan
berbalik badan.
“Maafkan
saya wahai raja. Saya terlalu merendahkan beruang itu. Sehingga saya tidak
melihat apa kemampuan yang ia miliki. Saya merasa sangat malu wahai raja!” Kata
jerapah sambil terus menunduk malu.
“Bagus
jerapah! Wahai semua rakyatku. Contohlah penyesalan jerapah ini. Ambillah
pelajaran dari kejadian tadi. Jangan merendahkan seseorang dari tampilan fisik.
Tanpa mengetahui apa yang mereka miliki sebelumnya.” Kata raja dengan sangat
bijaksana. Jerapah hanya tertunduk diantara kerumunan rakyat yang turut
memperhatikannya. “Baiklah jerapah! Saya ingin kamu menjadi teman untuk beruang
ini. Bawalah ia pergi untuk merapikan diri, bantulah ia untuk memperoleh
makanan dan bawalah ia untuk berkeliling di negeri kita ini. Saya percayakan ia
kepadamu wahai jerapah!” Mendengar kata-kata itu, jerapah langsung bersemangat.
Tidak ada satupun rakyat yang diberi suatu kepercayaan langsung dari raja
terkecuali para pelayan istana. Betapa beruntungnya jerapah kali ini.
“Baiklah
raja. Saya akan menjalankan perintah yang raja berikan. Saya berjanji tidak
akan mengecewakan kepercayaan anda wahai raja!” kata jerapah dengan sangat
semangat.
Jerapah
akhirnya membawa beruang untuk berkeliling dinegeri mereka.
“Jerapah,
kenapa negerimu ini memiliki rakyat yang sangat rapih dalam berpenampilan?”
tanya beruang sambil berjalan bersama jerapah.
“Awalnya,
ayah dari raja kita yang sekarang tidak memperdulikan negeri ini. Sampah
dimana-mana, kemiskinan, kekeringan dikarenakan raja yang tidak perduli dengan
distribusi air, serta kelaparan yang kami rasakan. Ia hanya memperdulikan
ketamakannya, kebanggaannya sebagai raja, dan perjalanan kenegaraannya.
Sehingga ia tidak perduli dengan negaranya sendiri dan juga rakyat-rakyatnya.
Anaknya yaitu raja kita sekarang merasa tidak nyaman dengan kondisi negeri ini.
Sehingga ia secara diam-diam merubah semuanya dengan bantuan orang
kepercayaannya. Saat semua misi yang ia jalankan berhasil, rajapun baru
tersadar bahwa rakyatnya pernah mengalami kesusahan. Sehingga dengan kerelaan
hati, ia memberikan kekuasaan sepenuhnya kepada raja kita ini.” Kata jerapah
panjang lebar.
“Maka
dari itu, kau sangat bangga jika menjadi orang kepercayaan raja bukan?” tanya
beruang.
“Ya,
benar sekali.” kata jerapah sambil tersenyum kecil. “Oh iya, beberapa hari lagi
akan ada musim panas. Pasti kita akan kekeringan, ini adalah saatnya kita untuk
mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya agar kita tidak kehabisan makanan dan
kelaparan saat musim panas nanti.”
“Benarkah?
Baiklah, besok lusa kita berdua akan mengumpulkan makanan. Hari ini aku ingin
merapikan diriku terlebih dahulu untuk pertunjukan biolaku besok.”
Keesokan
harinya, jerapah menemani beruang untuk melakukan pertunjukan biola di negeri
seberang. Bawaan beruang sangat banyak. Ia membawa berbagai makanan, air
berliter-liter, membawa pakaian yang sangat banyak dan membawa sebuah payung
besar. Semua barang yang ia bawa, ia berikan kepada jerapah untuk membawanya.
Jerapah awalnya merasa sangat keberatan, namun dikarenakan hal ini adalah
perintah dari sang raja, ia pun menyanggupinya.
“Untuk
apa kau membawa semua ini beruang? Kita disana hanya sebentar. Tidaklah perlu
membawa barang sebanyak ini!” Kata jerapah ditengah perjalanan. Ia terlihat
kelelahan saat membawa semua barang-barang tersebut.
“Jerapah!
Ingatlah satu hal, kau adalah orang kepercayaan dari kerajaan untuk mengawalku
kemanapun aku pergi. Berarti ini adalah salah satu tanggung jawabmu.
Perjalananku kali ini mewakili negeri kita. Harusnya kau tak perlu banyak
mengomel jerapah!” Jerapah mulai kesal. Namun, ia hanya memikirkan tanggung
jawabnya sebagai salah satu kepercayaan kerajaan. Sehingga ia hanya bisa
menuruti kemauan sang beruang.
Keesokan
harinya, beruang mengajak jerapah untuk mengumpulkan makanan sebelum musim
panas datang. Namun, kejadian pada hari sebelumnya kembali terulang. Beruang
kembali menyusahkan keberadaan jerapah. Sang beruang tak memberikan sedikitpun
makanan yang ia dapat kepada jerapah. Dan jerapah pun tidak dapat mencari
makanan dikarenakan terhalang oleh bawaan beruang yang begitu banyak.
Jerapah
merasa ingin marah besar kepada beruang. Namun yang ia ingat kembali adalah
kepercayaan raja. Ia tidak ingin kepercayaan raja kepadanya hilang hanya karena
emosinya. Namun, terlihat dari kejauhan ada seekor burung beo yang melihat
keadaan jerapah. Burung beo itupun segera melaporkannya kepada raja. Saat raja
mendengar penjelasan burung beo, betapa marahnya ia. Ia tidak menyangka bahwa
beruang yang ia kasihani malah hanya dapat menyusahkan rakyat kepercayaannya.
Akhirnya raja menyuruh burung beo untuk memanggil jerapah dan beruang untuk
menghadap kepadanya.
Jerapah
dan beruangpun sampai dikerajaan. Raja pun terlihat menyiapkan 2 tempat besar
dengan isian yang berbeda. Tempat pertama
berisikan buah-buahan yang manis dan segar. Sedangkan tempat kedua berisikan secawan air putih.
“Selamat
datang beruang dan jerapah! Kalian adalah tamu kehormatanku untuk hari ini.
Beruang berbakat yang membawa nama negeri kita keberbagai wilayah dan jerapah
yang menjadi salah satu rakyat yang paling kupercaya. Aku tahu bahwa kau
mengerjakan tugasmu dengan sangat baik wahai jerapah.” Beruang dan jerapah
hanya tersenyum mendengarkan pujian dari sang raja.
“Sebagai
balasan terima kasihku kepada kalian, aku akan menjamu kalian hari ini
diistanaku. Silahkan, satu tempat untuk satu dari kalian!” Kata raja sambil
tersenyum kecil. Beruang tanpa berfikir panjang langsung berlari menuju meja
dan memakan buah-buahan yang disediakan raja. Namun, jerapah dengan pelannya
berjalan menuju tempat berisi secawan air putih dan meminumnya. Betapa leganya
perasaan jerapah yang dari tadi kelelahan dikarenakan harus membawa
barang-barang dari beruang. Setelah meminumnya, iapun mundur kebelakang beruang
dan memperhatikan beruang yang tengah asyik makan. Raja tersenyum saat melihat
apa yang terjadi didepan matanya.
Setelah
beruang makan, raja memanggil keduanya untuk menghadap didepannya. “maafkan
saya raja, akankah saya memiliki kesalahan sehingga anda memanggil saya
kemari?” tanya jerapah yang heran dengan perlakuan raja. Raja hanya senyum dan
memanggil burung beonya.
“Jerapah,
terima kasih! Karena kau sudah menjalankan tugas yang saya berikan dengan
sangat baik. Saya akan mengangkatmu menjadi pengawal pribadi saya mulai
sekarang. Saya suka kesabaranmu dalam menghadapi beruang dengan sifat
tamaknya.” Kata raja yang membuat beruang tampak kaget.
Beruang
hanya bisa terlihat marah kepada jerapah, “Jerapah!! Apa yang kau lakukan?!
Sejak kapan kau melaporkan semua perlakuanku pada raja??” Beruang mulai tidak
sadar dengan apa yang ia katakan. Sehingga raja semakin percaya dengan apa yang
dikatakan oleh burung beo. Beruang sontak kaget karena secara tidak sadar ia
membocorkan perlakuannya didepan raja. Jerapah hanya terdiam dan tidak
mengucapkan apa-apa.
“Saya
mengetahui itu semua dari salah satu pelayan kerajaan. Jangan salahkan jerapah
wahai beruang. Janganlah menjadi seorang yang melempar batu sembunyi tangan!”
Kata raja dengan nada yang sedikit agak tinggi.
Beruang
hanya tertunduk malu dan keluar dari istana. Ia akhirnya menyadari kesalahan
yang ia buat. Ia sangat tidak mengira bahwa apa yang ia lakukan selama ini
adalah kesalahan besar.
Akhirnya,
jerapah pun mendapat tempat yang sesuai dengan kesabaran yang ia tahan selama
ini. Kini ia menjadi salah satu pekerja istana yang dihormati di kerajaan dan
di mata rakyat.
Terimakasih ya sudah membaca prosa yang mimin buat. hehehe

