Sabtu, 25 Februari 2017

Cara Hewan Berbahasa Dengan Sesamanya

Woshhhh!!! (Efek asap ceritanya)
Mimin is back!!! Apa kabar nih kalian semua. Mimin dulu pas masih kecil punya peliharaan kucing loh! (krik krik krik) Nah terus kan kucingnya mimin tu lucu pake banget. Mimin suka ajakin ngomong. Tapi kucingnya cuman diam plototin mimin, kayak mimin punya utang gitu ke dia. Mimin sempat mikir, coba aja kucingnya bisa ngomong kayak mimin. Imposible jugak sih ya. Hihihi, nah jadi bagaimana dong kalau hewan mau ngomong? Kira-kira caranya bagaimana ya??


Artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara hewan menyampaikan pesan kepada hewan lainnya.


  • Jenis-jenis komunikasi hewan
    Hewan juga berkomunikasi menggunakan bahasa layaknya manusia. Namun bahasa utama yang digunakan oleh hewan pada umumnya adalah bahasa tubuh. Bahasa tubuh ini umumnya digunakan untuk menyampaikan adanya lokasi makanan, ritual kawin, alarm tanda bahaya dan menunjukkan bahwa adanya tanda bahaya. Namun, karena perbedaan spesies hewan, maka akan berbeda pula jenis komunikasinya.

    Ada dua jenis bahasa utama yang dimiliki oleh hewan, antara lain yaitu verbal dan non verbal.
  1. Komunikasi verbal
    Suara adalah suatu jenis yang paling umum digunakan hewan untuk berbicara. Sebagian besar hewan menggunakan suara untuk berkomunikasi. Contohnya saja kelelawar, menggunakan suara dengan frekwensi tinggi untuk dapat saling berkomunikasi dengan sesamanya. Lalu ada burung, semua kicauan yang keluar dari cuitan burung adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sesamanya.
  2. Komunikasi Non verbal
    Berikut ini adalah jenis-jenis dari komunikasi non verbal yang digunakan oleh manusia.
    a. Ekspresi wajah
        Jenis komunikasi ini umumnya digunakan oleh anjing, dimana saat anjing marah ia akan menyeringai dan menegakan kedua telinganya. Sebaliknya ketika ia takut, ia akan menarik kedua telinganya kebelakang dan membuka mulutnya.
    b. Gerakan dan Bahasa Tubuh
        Lebah madu menggunaka tarian untuk saling berkomunikasi. Beberapa lebah melakukan tarian di sekitar sarang mereka, lalu lebah lain akan memperhatikan dan akan menerima sinyal dimana sarang madu berada. Lalu ada rusa yang mengibaskan ekornya untuk memberitahukan kepada rusa lain bahwa ada tanda bahaya yang akan datang. Gorila juga akan menjulurkan lidahnya, yang menandakan bahwa ia sedang marah.
    c. Bau dan Sinyal
        Banyak hewan yang mengeluarkan bau. Mereka mengeluarkan feromon untuk menyampaikan pesan. Serigala, rusa dan serangga umumnya menggunakan jenis komunikasi ini. Hewan yang menggunakan jenis komunikasi ini umumnya digunakan untuk bereproduksi. Kemudian ada "sinyal akustik", dimana sinyal ini digunakan oleh monyet varvet.  Mereka menggunakan bahasa yang sebenarnya memiliki 3 arti, yaitu ular, elang dan macan tutul yang merupakan ancaman bagi mereka.
    d. Sentuhan
        Simpanse menggunakan sentuhan untuk menyampaikan pesan. Misalnya saja saat simpanse pendatang baru menempatkan tangannya di mulut simpanse kepala yang menandai dirinya memberikan pesan kepada simpanse kepala bahwa ia masuk dalam komunitas tersebut. Bahkan, simpanse akan memberikan pelukan dan ciuman untuk menandakan kasih sayang. Lalu ada gajah yang akan mengaitkan belalainya satu sama lain, yang menandakan bahwa mereka memiliki hubungan yang sangat dekat.

Daftar Pustaka: 
https://www.amazine.co/22106/bagaimana-hewan-berkomunikasi-jenis-komunikasi-pada-hewan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_hewan

Rabu, 22 Februari 2017

Fungsi dan Ragam Bahasa Indonesia

Mimin is back guyss!!!
Holaaaa teman teman! Bagahimana nih, yang sering pakai bahasa indonesia tiap hari? tau enggak sih bagaimana fungsi, kedudukan dan ragam bahasa kita? Nah, kalau belum berarti tugasnya mimin nambah dong buat ngeshare ke kalian. Hihihi.
Nih ada penjelasannya buat kalian. Cekidot!!!!

FUNGSI BAHASA INDONESIA

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa indonesia berfungsi sebagai:
  1. Lambang kebanggaan kebangsaan.
  2. Lambang identitas nasional
  3. Alat penghubung antar warga
  4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedalam kesatuan kebangsaan indonesia.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai:
  1. Bahasa resmi kenegaraan
  2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
  3. Alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
  4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam kedudukannya sebagai alat komunikasi, bahasa indonesia berfungsi sebagai:
  1. Bahasa sebagai sarana komunikasi
    Bahasa indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam. Misalnya, komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja dan komunikasi sosial serta komunikasi budaya. 
  2. Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi
    Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya integritas kerja dalam sebuah institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara, dan lain-lain. Integritas tersebut menimbulkan berbagai konsekuensi, misalnya harus beradaptasi dalam integritas tersebut hingga tidak menimbulkan konflik, perpecahan dan permusuhan.
  3. Bahasa sebagai sarana kontrol sosial
    Berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing-masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbil-simbol lain yang menunjukkan arah komunikasi. Bahasa kontrol dapat diwujudkan dalam bentuk aturan, anggaran dasar, undang-undang dan lain-lain. Dalam kegiatan sehari-hari dapat berbentuk komunikasi timbal balik, baik secara lisan maupun tulisan.
  4. Bahasa sebagai sarana ekspresi diri
    Bahasa sebagai ekspresi diri atas pemahaman dirinya dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks atau tingkat kesulitan yang amat tinggi. Ekspresi sederhana misalnya untuk menyatakan cinta, lapar, kecewa, dan sedih.
RAGAM BAHASA INDONESIA

Ragam bahasa adalah macam-macam bahasa yang dapat digunakan didalam masyarakat sebagai makhluk sosial untuk saling terinteraksi dengan masyarakat lainnya.
Ada berbagai macam dalam keberagaman bahasa indonesia antara lain:
  1. Ragam bahasa menurut daerah
    Indonesia mempunyai banyak suku dari berbagai daerah dan wilayah. Setiap suku pasti memiliki perbedaan budaya dan terutama dalam bahasa. Bahasa dari aceh, sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi, bali, dan papua memiliki perbedaan yang sangat jauh. Sehingga, keragaman bahasa indonesia juga sangat terpengaruh dari berbagai daerah suku bangsa.
  2. Ragam bahasa menurut pendidikan formal
    Ragam  bahasa  Indonesia  menurut  pendidikan  formal,  menunjukkan perbedaan yang jelas antara kaum yang berpendidikan formal dan yang tidak. Tata bunyi  bahasa  Indonesia  golongan  penutur    yang  kedua  itu  berbeda  dengan fonologi  kaum  terpelajar.  Bunyi  /f/  dan  gugus  konsonan  akhir  / -ks/,  misalnya, sering  tidak  terdapat  dalam  ujaran  orang  yang  tidak  bersekolah  atau  hanya berpendidikan rendah.
  3. Ragam bahasa menurut sikap penutur
    Ragam bahasa ini, berkaitan erat dengan langgam atau gaya penutur. Gaya penutur dalam berkata pada lawan bicara berbeda beda tergantung pada situasi, kondisi, tingkatan, bahkan usia lawan bicara atau penutur. Contohnya saja kita bertemu dengan lawan bicara yang usianya lebih tua dari kita, maka kita harus berbicara dengan lembut, sopan dan baik. Sedangkan sebagian besar orang-orang yang berbicara dengan teman sebaya, maka akan menggunakan bahasa santai yang lebih biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Ragam bahasa menurut jenis pemakaiannya
    Ragam bahasa ini dibagi menjadi 3, yaitu:
    a.  Berdasarkan pokok persoalan
         - Ragam bahasa Undang-undang
         - Ragam bahasa jurnalistik
         - Ragam bahasa ilmiah
         - Ragam bahasa sastra
         - Ragam bahasa sehari-hari
    b.  Berdasarkan media pembicaraan
         - Ragam lisan, contohnya bahasa sehari-hari, bahasa pidato, dan bahasa panggung.
         - Ragam tulis, contohnya bahasa undang-undang dan bahasa surat
    c.  Berdasarkan hubungan antar pembicara
         - Bahasa resmi
         - Bahasa santai
         - Bahasa akrab
         - Ragam baku
         - Ragam tidak baku
  5. Ragam bahasa menurut media pembicaraan
    Ragam bahasa ini dibedakan menjadi dua, yaitu ragam lisan dan tulisan. Kedua ragam itu berbeda, perbedaannya adalah sebagai berikut:
    a.  Ragam lisan menghendaki adanya orang kedua atau lawan bicara sedangkan ragam tulis hanya memerlukan media seperti kertas untuk menulis.
    b.  Dalam ragam lisan, tidak terlalu memperlihatkan unsur fungsi gramatikal seperti subjek, predikat dan objek. Namun, dapat dibantu dengan gerak tubuh, gerak mata dan mimik wajah sebagai penunjang dalam ragam lisan. Sedangkan dalam ragam tulis diharuskan adanya unsur fungsi gramatikal untuk memperjelas makna dari suatu kalimat.
    c.  Pada ragam lisan, sangat bergantung pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Contohnya dalam penyampaian materi perkuliahan. Dimana hanya orang-orang yang ada dalam ruangan dan dalam waktu itu yang mengetahui materi-materi apa saja yang disampaikan. Sedangkan orang yang berada diluar ruangan tidak dapat mengetahui apa saja yang disampaikan. Namun, berbeda dengan ragam tulis dimana tidak terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Contohnya buku yang diterbitkan pada tahun 1970, tetapi orang-orang pada tahun sekarang tetap dapat mengetahui isi buku dan membayangkan kondisi yang terjadi pada tahun itu berdasarkan buku yang ia baca.
    d.  Pada ragam lisan sangat dipengaruhi oleh intonasi atau tinggi rendahnya suara. Dimana intonasi dapat menggambarkan keadaan seseorang baik dari emosi sampai perasaan seseorang. Sedangkan dalam ragam tulis lebih menekankan dengan penggunaan tanda baca.
  6. Ragam bahasa menurut hubungan antar pembaca
    a. Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya. Ragam baku memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
         - Kemantapan dinamis yang artinya tidak statis atau tidak kaku.
         - Cendikia, karena ragam baku dipakai di tempat-tempat resmi.
         - Seragam, karena proses pembakuan bahasa ialah proses menyeragamkan bahasa.
    b.  Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.

Daftar Pustaka:
Zainal Arifin, S. Amran Tasai (2004), Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi, Akademika Pressindo: Jakarta.

Selasa, 21 Februari 2017

Hakikat Bahasa Indonesia

Hai guys!!!
Tak kenal maka tak sayang dong yee. hihihi~ Nama mimin Andriani Putri Lestari. Mimin disini akan membantu untuk memenuhi informasi kalian.Kalau di blog mimin ini ada kesalahan jangan sungkan-sungkan untuk komen dibawah ya. Btw, kalau bisa di follow sekalian ya. Hehehe
Pertama, mimin akan share tentang hakikat bahasa nih. Hihihi~

Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipengaruhi oleh pemakainya. Sistem tersebut mencangkup unsur unsur berikut.
  1. Sistem lambang yang bermakna dan dapat dipahami oleh masyarakat pemakainya.
  2. Sistem lambang tersebut bersifat konvensional yang ditentukan oleh masyarakat pemakainya berdasarkan kesepakatan. 
  3. sistem lambang tersebut bersifat terbatas tapi produktif. artinya, dengan sistem yang sederhana dan jumlah aturan yang terbatas menghasilkan jumlah kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf dan wacana yang tidak terbatass jumlahnya. 
  4. lambang-lambang tersebut bersifat arbiter (kesepakatan) digunakan secara berulang tapi tetap.
  5. sistem lambang bersifat unik, khas, dan tidak sama dengan lambang bahasa lain. 
  6. sistem lambang dibangun berdasarkan kaidah yang bersifat universal. hal ini memungkinkan bahwa suatu sistem bisa sama dengan sistem bahasa lain.
Daftar pustaka:
http://maidisyahriyanto.blogspot.co.id/2013/09/arti-hakikatfungsi-dan-kedudukan-bahasa.html
https://joko1234.wordpress.com/2010/03/15/hakikat-fungsi-dan-ragam-bahasa-indonesia/