Senin, 07 Mei 2018

Cerpen Remaja


Ku Hanya Ingin Menjadi Satu-satunya
by: Andriani Putri Lestari
12 Juli 2016

“You say im craizy. Cause you dont think what u done.. but when, you call me baby. I know im not the only one.”
~Sam Smith, Im not the only One~

3 bulan sudah aku menjalin hubungan dengan Arga. Kebahagian lah yang kudapat, karena Arga adalah cinta pertamaku. Selama ini, semuanya baik baik saja. Ya! Aku dan dia tetap saling mencinta dan saling menyayangi. Kemana pun ada aku, pastilah ada Arga. Ibuku juga sudah sangat dekat dengannya, bahkan ia sudah sangat percaya dengan Arga. Ibuku mengetahui hubunganku ini. Tapi tidak dengan ayahku. Dia mengira bahwa aku dan Arga hanya sebatas teman biasa, sehingga suatu ketika ia berkata padaku...
“Nina, nanti Arga lanjut kuliah dimana?” Ayahku tiba-tiba bertanya tanpa memalingkan pandangannya dari koran.
“Di jogja yah. Mungkin sih! Itu juga baru rencananya dia.” Kataku dengan santai.
“Kalau gitu, kamu sama dia aja disana. Ayah suka sama dia, ayah rasa dia bisa jagain kamu nanti. Apalagi ayah sudah rasa kalau dia bagus jadi kayak kakak kamu.” Kata kata ayah itu sempat membuatku melotot. Bahkan ujung bibir ibuku sudah mulai ditarik. Hingga membuat bibir tipisnya tersenyum.
“Betul tuh yah! Aku setuju!” kataku dengan semangat.
Tiba tiba, kakak laki lakiku datang dan langsung menjambak pelan ujung rambutku.
“Woy! Temanin gue ke Gramedia yok! Temanin gue nyari buku buat sumber skripsi gue!”
“Loh, bukannya loe bilang kalau mau minta sepupu Meta buat ngerjain ya ?” kataku sambil memainkan alis tebalku. Mata bulat ibuku tiba tiba melebar dan ayahku mulai mengerutkan jidatnya.
“Gila loe yah! Becanda kali gue. Bu, yah! Omongannya si tengil ini jangan di dengerin. Ngapain Nino minta buatin skripsi. Kan ada Nina si pintar sejagat raya ini bakal bantuin Nino. Kan sayang??” kata Mas Nino sambil mencubit daguku.
“Ngapain sih mas loe ngajakin gue nyari buku? Mbak Meta mana?”
“Meta lagi liburan di kalimantan. Iya kali gue nyusulin dia buat minta nemenin nyari buku.”
Ditengah percakapanku, aku tidak menyadari bahwa ibuku tengah membuka social medianya. Mata sipitnya mulai membulat. Hingga akhirnya, ayahku mulai menegur ibuku yang tengah terpaku.
“Bu! Ibu ngapain diam kayak patung gitu?” Tanya ayah yang mulai penasaran.
“Biasa lah yah. Ibu kan lagi gencar gencarnya main sosmed. Kayaknya ayah harus rajin rajin nengokin sosmednya ibu deh.” Kata mas Nino yang membuatku tertawa kecil.

“Enggak ada apa-apa kok yah. Ini loh sepupu ibu yang di Beijing ngirimin berita soal ibu ibu yang lagi isi bensin tapi hapenya nyala. Sampai sampai mobilnya meledak di SPBU.” Kata ibuku dengan nada sedikit tegang. Ibuku adalah keturunan Beijing asli yang jatuh cinta pada Suyatno yang asli orang jawa  saat ia kuliah di Beijing dulu bersama ibuku, Ling Ling. Karena ada niat serius, akhirnya ibu pindah kewarganegaraan dan memeluk islam demi bisa menikah dengan ayah. Hingga lahirlah mas Nino yang berkulit sawo matang namun sipit, dan aku yang berkulit putih namun bermata bulat.
Dengan mendengar apa kata ibu, ayah hanya bisa Istigfar dan melanjutkan untuk membaca koran.
“Nino, kamu mau nyari bukunya di Gramedia yah nak?” Tanya ibu yang mulai menatap mas Nino.
“Iya bu. Kenapa? Ibu mau titip apa?”
“Enggak kok. Nanti kamu hati hati yah nak. Jagain adekmu!” kata ibuku.
“Kenapa bu? Nina bukan anak kecil yang harus megangin baju mas kemana mana loh bu. Enggak mungkin juga kan kalau Nina hilang!” tanyaku yang mulai aneh dengan ibuku hari ini.
“Enggak apa apa toh Na. Kan ini hari minggu, ya pasti ramai lah disana nanti. Sana kamu, siap siap. Tu mas mu udah ganteng, siap buat jalan” kata ibuku dengan nada mengusir.
Aku dan mas Nino pun segera menuju ke Gramedia. Jalan sedikit agak macet karena hari ini adalah weekend. Dan biasanya aku jalan menghabiskan hari bersama Arga untuk sekedar menonton dan makan bersama. Namun kali ini ia tidak bisa karena keluarga besarnya tengah datang dari Bandung dan ia harus menghabiskan waktunya bersama dengan kerabatnya.
“Mas, hapenya mas nyala tuh. Ibu nelpon!” handphone itu menyala. Terlihat tulisan ‘Ibu Sipit’ muncul dilayar handphone mas Arga.
“Loe aja Na yang angkat. Mas masih nyetir!” aku langsung mengambil handphone mas Nino dan menerima panggilan ibu.
“Halo bu! Ini Nina. Mas Nino masih nyetir. Ada yang mau ibu titip yah?” Tanyaku di telepon itu.
“Nina! Kamu ini kebiasaan yah! Kalau ngangkat telepon itu salam dulu kek. Assalamualaikum aja kamu lupa!” kata ibuku dari ujung sana. Walaupun ibuku adalah seorang mualaf, tapi ia sangat taat pada Islam. “Kasih hapenya ke mas mu. Ibu mau ngomong penting. Cepat!”. Lanjut ibuku. Hal penting apa yang ia ingin bicarakan dengan mas Nino, bahkan sampai aku tidak boleh mendengarnya.
“Halo bu. Assalamualaikum. Kenapa bu? Ini Nino.” Kata masku. Pastilah ibu akan memujinya nanti saat aku sampai dirumah hanya karena salam itu. Kali ini sepertinya mereka membicarakan masalah khusus. Bahkan mas Nino sampai mengurangi kecepatannya hanya untuk fokus pada kata kata ibu. Sedikitpun aku tidak bisa dengar apa yang ibu dan mas Nino bicarakan. Aku hanya mendengar masku mengucapkan iya, iya dan iya. Setelah menutup telepon, aku langsung menanyakan apa yang ibu bicarakan. “bilang ibu, kalau nanti gue udah sidang kita liburan ke Beijing. Ketemu sama Oma, kak Ciau Ling juga mau tunangan nanti. Jadi nanti kita ikut kesana.”
Aku hanya diam, dalam setahun ini kami sekeluarga sudah pulang ke Beijing sebanyak 3 kali karena Oma rindu sama anak dan cucunya. Waipo kami itu sangat keras kepala, apapun yang diminta haruslah dituruti. Terutama untuk masalah rindu merindu. Aku sudah bosan ke Beijing. Bukan bosan dengan negaranya. Aku bosan karena dikeluargaku, hanya aku yang tidak bisa berbicara dengan bahasa Mandarin. Ayah dan ibuku sudah sangat menguasai bahasa itu, apalagi Masku. Yang sudah berjuta juta kali pulang ke Beijing. Kebetulan juga, karena mas Nino lahir dan besar di Beijing. Sedangkan aku, lahir dan besar di Surabaya.
“Loe enggak suka yah kalau kita balik ke Beijing?” kata masku yang tiba tiba memecahkan keheningan.
“Bukan enggak suka mas, kan loe tau sendiri. Gue enggak bisa ngomong pake bahasa mandarin. Kenapa sih harus ke Beijing lagi? Sekali sekali liburan ke Surabaya dong.”
“Yang kangen sama kita itu Oma. Bukan Mbah lanang sama mbah wedo’.” Kata mas Nino.
“Setidaknya kan gue masih ngerti pake bahasa Jawa mas. Dari pada gue dirumah Oma kayak orang bego.” Kataku sambil memainkan alisku.
“Loe sama ayah mah ngerti. Lah? Gue sama ibu bagaimana?” kata masku yang mulai memarkirkan mobilnya di parkiran mall. Ia tengah fokus memarkirkan mobilnya disalah satu parkiran kosong. Kali ini parkiran benar benar penuh. Memang benar, di mall ini kebanyakan orang orang menghabiskan weekendnya. Walaupun hanya sekedar jalan jalan, nonton, hangout atau cek-in di Path. Termasuk aku dan Arga sering sekali melakukannya.
Mobil sudah terparkir dengan rapih. Mas Nino sudah memasang rem tangan dan membuka sefty beltnya. Namun tiba-tiba, ia terdiam memperhatikanku. “Loe kenapa?” tanyaku.
“Nanti kalau didalam, loe jangan jauh-jauh dari gue yah. Kemanapun gue jalan, loe enggak boleh lepas dari gue. Satu meter pun enggak!” kata mas Nino sambil memegang bahuku. Jujur, aku sangat terkejut. Ada apa dengan mas Nino hari ini? Kami adalah sepasang tikus dan kucing yang tidak lepas dengan perkelahian tiap harinya. Tapi, entah kenapa hari ini mas Nino benar-benar tidak ingin jauh dariku. “Mas! Gue bukan mbak Meta! Lagian tumben loe mau banget dekat-dekat gue hari ini. Gue tau, kalau gue cantik. Biar enggak malu-maluin kan mas kalau dibawa jalan?” ledekanku sambil mengedip ngedipkan mata bulatku. Lalu dengan tiba-tiba, kepalan tangan mas Nino mendarat dengan agak keras dikepalaku. Cukup sakit ternyata!
“Dasar! Gue enggak mau loe hilang. Entar kalau kita ke Beijing tapi loe enggak ada ya Oma pasti marahnya ke gue!” kata mas Nino yang seketika membuatku tersenyum.
Kami pun keluar dari parkiran dan memasuki mall. Mall benar benar padat. Mas Nino sampai-sampai menggenggam tanganku dengan begitu erat.
“Mas, gue laper. Makan dulu yuk!” kataku sambil menarik tangannya masuk kedalam resto makanan asia. Namun mas Nino menahan tanganku. Matanya berpaku pada suatu tempat. Aku juga berusaha ingin melihatnya. Namun mas Nino segera menarik tanganku sebelum aku sempat melihat apa yang ia perhatikan tadi.
“Loh mas! Gue sama Arga sering makan di resto itu. Enak loh mas!” kataku sambil mengikuti gerak kaki mas Nino.
“Nin, loe enggak pernah dengar kabar yah dari itu restoran? Banyak yang bilang kalau kalau disitu banyak pake boraks. Kemarin kan ada yang ditv diwawancarai pake nama mawar, itu owner restorannya.” Kata mas Nino sambil menarik bibirnya. Persis seperti ibu kalau tersenyum.
“Mas mas. Bilang aja kalau enggak ada uang mau makan. Gue yang laper, jadi biar gue yang bayar mas!” kataku sambil membuka buka sosial mediaku. Mas Nino masih terus berjalan mengintari mall mencari Gramedia. Tapi aku masih sibuk dengan Pathku. Jelasnya, masih mau cek-in tempat dan tag ke mas Nino. Biar sepupu kami melihat betapa akurnya kami. Namun langkahku terhenti sesaat saat aku melihat Path milik Arga yang tengah cek-in di AsianFood Resto,–bersama Tania Alexandra-.
TANIA ALEXANDRA? Itu sepupu gue!
Langkah kakiku langsung ku arahkan ke resto dimana Arga dan Tania cek-in tadi. Dengan langkah pelan, aku mendatangi resto itu. Jujur, lututku mulai lemas saat aku mengetahui hal itu. Untuk berjalan saja rasanya perlu perjuangan. Namun saat aku berjalan menuju resto itu, handphoneku bergetar. Nama ArNin muncul di layar teleponku. Dengan sedikit mengatur nafas, aku mengangkat telepon Arga.

“Assalamualaikum sayang!”
“Waalaikum salam.”
“Sayang, maaf ya weekend ini aku jadi enggak ada waktu buat kamu. Aku mau banget jalan sama kamu tapi enggak bisa lepas dari keluarga besarku. Aku ini lagi di resto tempat kita biasa sayang.”
“Iya. Enggak apa-apa kok! Aku ngerti sama sibuknya kamu.”
“Makasih ya sayang. Aku sayang deh sama pacarku ini.”
“Iya, udah yah. Assalamualaikum!”

“Kamu masih bisa manggil aku sayang ya ternyata Ga”

Belum sempat ia membalas salamku, aku langsung mematikannya. Aku sudah tepat di depan resto dimana Tania dan Arga makan. Argapun terlihat keluar dari WC dan langsung mendatangi Tania yang makan sendirian. Arga langsung memegang tangan Tania dan kembali mengobrol bersama. Aku hanya terdiam melihat Arga dan Tania sepupuku.
Ternyata, mas Nino sibuk mencariku. Ia sempat berfikir bahwa aku ada di resto itu. Hingga akhirnya ia mencoba mencariku di tempat itu. Dari jauh, mas Nino terdiam melihatku terpaku memperhatikan Tania dan Arga. Ia langsung menghampiriku dan berdiri tepat disebelahku.
“Mas, bisa enggak pulang ini loe langsung sidang skripsi? Jadi sore nanti kita bisa langsung terbang ke Beijing. Dan gue enggak mau balik lagi ke Indonesia. Gue diam disana aja jagain Oma!” kataku sambil menggenggam tangan mas Nino. Ternyata, ini alasan kenapa mas Nino melarangku untuk jauh darinya. Ya! Masku ini memang paling pintar menjaga perasaan adiknya.
Mendengar hal itu, mata sipit mas Nino membesar. Yah.. walaupun enggak ada besar-besarnya sama sekali. “Loe serius mau ke Beijing? Tapi sebenarnya ibu tadi telepon ngomongin soal Arga yang lagi di mall ini sama Tania. Tapi ibu enggak mau loe tau, jadi ya bohong aja gue kalau kita mau ke Beijing!”
Mendengar hal itu, tangannya langsung kulepaskan dan mataku semakin membulat. Mas Nino langsung mengambil ancang-ancang untuk berlari. Aku dengan sedikit emosi mengejar mas Nino yang tertawa melihatku marah.

Selasa, 06 Juni 2017

3 macam sastra anak

Hai Guys!!! Im come back!
jangan bosan ya liat mimin balik  lagi kalau kalian nyari materi bahasa Indonesia. HihIhi
Mimin kali ini balik lagi buat bagiin materi 3 macam sastra anak. Hayuuu silahkan dibaca, lumayan loh nambah-nambah ilmu. Wkwkwkwk

1. Puisi anak
a. Pengertian puisi anak
Secara keseluruhan, puisi anak memiliki pengertian yang sama dengan puisi pada umumnya. Hanya saja, untuk unsur-unsurnya puisi anak memiliki perbendaan dengan puisi dewasa. Menurut Nurgiyantoro pengertian puisi anak dapat dilihat dari karakteristik yang dapat memberikan gambaran tentang puisi itu sendiri.

b. Kriteria pengertian contoh puisi anak
- Puisi anak adalah puisi yang berisi gambaran
- Mengutamakan bunyi bahasa dan membangkitkan semangat bermain bahasa
- Memperbaiki ketajaman imajinasi visual dan kata yang dipergunakan mengembangkan imajinasi dan minat serta mendengar kata-kata dalam cara baru
- Cerita yang sederhana dan memperlihatkan tindakan sehari-hari
- Ditulis berdasarkan pengalaman anak
- Berbentuk informasi sederhana
- Tema puisi yang dapat menyenangkan anak-anak
- Dapatdibaca dan dimengerti oleh anak-anak

2. Prosa anak
a. Pengertian prosa
Prosa adalah karya sastra yang berisikan tulisan bebas.Bebas memiliki arti bahwa tidak terikat dengan aturan aturan menulis seperti adanya rima, diksi, irama, dan lainnya.

b. Jenis-jenis prosa
- Prosa lama
adalah bentuk karya sastra yang belum dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Bentuk-bentuk dari prosa lama antara lain sebagai berikut:
1. Hikayat, adalah tulisan fiktif atau tidak masuk akal yang menceritakan tentang kehidupan para dewa, dewi, pangeran, raja, dan lainnya.Contohnya hikayat hang jebat.
2. Sejarah, adalah tulisan yang menceritakan tentang peristiwa tertentu. ada 2 jenis sejarah yaitu sejarah sastra lama dan baru.
3. Kisah, adalah tulisan pendek. menceritakan tentang cerita perjalanan, pengalaman, ataupun pengalaman orang jaman dahulu.
4. Dongeng, yaitu khayalan-khayalan masyarakat pada jaman dahulu. dongeng terdapat berbagai macam bentuk, seperti mitos, legenda, fabel, sage, dan jenaka.
-Prosa baru
adalah bentuk karya sastra yang telah dipengaruhi oleh budaya barat. bentuk prosa lama dianggap tidak modern dan ketinggalan jaman. berikut ini adalahbentuk-bentuk prosa baru:
1. Roman, adalah tulisan yang mengisahkan hidup seseorang dari lahir hingga meninggal secara menyeluruh.
2. Novel, adalah cerita yang panjang tentang kehidupan, dan memiliki sifat yang bias fiktif maupun non fiktif
3. Cerpen, yaitu cerita pendek yang menceritakan sebagian kecil dari pelaku utama. konflik yang mengubah sifat karakter utama inilah yang membedakan cerpen dengan novel.
4.Riwayat, bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal yang menginspirasi.
5. Kritik, adalah bentuk tulisan yang sifatnyas memberi alasan atau menilai/menghakimi karya atau hasil kerja seseorang.
6. Referensi, adalah tulisan yang merangkai atau mengulas suatu karya baik itu buku, seni, musik, film, atau karya lainnya.
7. Esai, yaitu tulisan yang berisikan sudut pandang atau opini pribadi tentang suatu hal yang menjadi topik dalam tulisan tersebut.

3. Drama anak
a. Pengertian Drama anak
Drama adalah karangan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku yang dipentaskan. Drama juga disebut seni pertunjukan atau teater.

b. Unsur-unsur interinsik drama
-Alur, rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita
- Penokohan, gambaran watak tertentu dari setiap penokohan. penokohan dalam drama dibagi menjadi 3 jenis,yaitu: (1) Protagonis, yaitu tokoh yang menampilkan kebaikan, (2) Antagonis, yaitu tokoh yang menampilkan kejahatan atau bersifat jahat dan (3) Tritagonis, yaitu pemain ;endukung protagonis untuk mendukung kebaikan.
-Latar, yaitu keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana draman yang dibawakan.
-Amanat, adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada penonton. amanat dapat disampaikan lewat pemeranan tokoh dalam drama baik melalui pengucapan maupun perbuatan tokoh.


DAFTAR PUSTAKA


Jumat, 19 Mei 2017

Contoh Prosa

Hai guys!! Welcome back to my blog!!!
Kali ini mimin datang lagi buat share tentang prosa. Prosa yang mimin share kali ini adalah prosa berjeniskan cerpen fabel. Maaf ya kalau cerpen yang mimin buat ini belum bisa sebagus cerpen yang pernah kalian baca. hehehe~

Kisah Raja Bijaksana dan Kesabaran Jerapah
Karya: Andriani Putri Lestari

Suatu hari, semua rakyat pada hutan Suka Maju terlihat berkumpul di padang rumput kerajaan. Terlihat raja hutan yaitu raja Singa membawa seekor beruang kusam dengan tas biola ditangan kanannya. Semua rakyat merasa penasaran dengan beruang yang dibawa oleh sang raja. Kemudian sang raja memperbaiki posisi duduknya diatas singgasana dan mulai berbicara.
“Hai rakyat Hutan Suka Maju yang berbahagia! Maksud saya untuk mengumpulkan kalian disini adalah untuk memperkenalkan beruang coklat ini kepada kalian semua!” Kata raja tersebut dengan penuh wibawa. Merasa ada yang aneh dengan sikap raja, seekor jerapah memberanikan diri untuk bertanya kepada sang raja.
“Wahai raja yang sangat saya hormati. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin bertanya kepada anda yang mulia!”
“Silahkan rakyatku! Bertanyalah apapun yang ingin kau pertanyakan.” Kata raja dengan sangat sopan kepada rakyatnya.
“Ada apakah gerangan anda membawa beruang kusam itu ke lingkungan kerajaan kita? Lihatlah raja, semua rakyatmu adalah rakyat-rakyat yang berkecukupan. Lihatlah penampilan mereka! Bukankah baik dipandang mata wahai raja? Sedangkan dia adalah beruang yang sangat kusam dan tak enak dipandang mata! Untuk apa dia ada dilingkungan kita wahai yang mulia?”
Dengan sangat percaya diri, raja mendorong langkah beruang itu ke depannya dan tersenyum kecil. “Jangan malu beruang. Tunjukkan lah kepada semua rakyatku ini!”. Kemudia beruang itu mulai memainkan biola yang ia pegang. Awalnya, beruang merasa kurang percaya diri dikarenakan ini adalah pertama kalinya ia memainkan biola didepan seorang raja besar. Namun, dengan keyakinan diri ia mulai melakukannya. Gesekan-gesekan yang keluar dari senar biola tersebut akhirnya membuat para hewan terpaku. Mereka sangat menikmati lagu yang dimainkan oleh beruang kusam itu.
“Inilah alasan saya wahai jerapah mengapa saya membawanya ke negeri kita. Sudahkah kau melihat ayam yang ada dinegeri seberang sana? Suaranya begitu indah. Bahkan ayam itu sudah pergi keberbagai negeri untuk memenuhi undangan kerajaan. Sedangkan dinegeri kita ada apa? Kerapihan kalian tidak selalu mendukung kesuksesan negeri kita. Kita juga membutuhkan seseorang yang bisa membawa nama negeri kita kemanapun ia pergi.” Kata sang raja dengan penuh percaya diri. Jerapah mulai merasa menyesal telah meremehkan beruang berbakat itu. Ia terlihat menundukkan kepala dan mulai mundur kebelakang. Saat ia ingin berbalik pulang, terdengar suara raja memanggilnya.
“Jerapah!! Kemana kau akan pergi?” kata raja yang kemudian membuat jerapah kaget dan berbalik badan.
“Maafkan saya wahai raja. Saya terlalu merendahkan beruang itu. Sehingga saya tidak melihat apa kemampuan yang ia miliki. Saya merasa sangat malu wahai raja!” Kata jerapah sambil terus menunduk malu.
“Bagus jerapah! Wahai semua rakyatku. Contohlah penyesalan jerapah ini. Ambillah pelajaran dari kejadian tadi. Jangan merendahkan seseorang dari tampilan fisik. Tanpa mengetahui apa yang mereka miliki sebelumnya.” Kata raja dengan sangat bijaksana. Jerapah hanya tertunduk diantara kerumunan rakyat yang turut memperhatikannya. “Baiklah jerapah! Saya ingin kamu menjadi teman untuk beruang ini. Bawalah ia pergi untuk merapikan diri, bantulah ia untuk memperoleh makanan dan bawalah ia untuk berkeliling di negeri kita ini. Saya percayakan ia kepadamu wahai jerapah!” Mendengar kata-kata itu, jerapah langsung bersemangat. Tidak ada satupun rakyat yang diberi suatu kepercayaan langsung dari raja terkecuali para pelayan istana. Betapa beruntungnya jerapah kali ini.
“Baiklah raja. Saya akan menjalankan perintah yang raja berikan. Saya berjanji tidak akan mengecewakan kepercayaan anda wahai raja!” kata jerapah dengan sangat semangat.
Jerapah akhirnya membawa beruang untuk berkeliling dinegeri mereka.
“Jerapah, kenapa negerimu ini memiliki rakyat yang sangat rapih dalam berpenampilan?” tanya beruang sambil berjalan bersama jerapah.
“Awalnya, ayah dari raja kita yang sekarang tidak memperdulikan negeri ini. Sampah dimana-mana, kemiskinan, kekeringan dikarenakan raja yang tidak perduli dengan distribusi air, serta kelaparan yang kami rasakan. Ia hanya memperdulikan ketamakannya, kebanggaannya sebagai raja, dan perjalanan kenegaraannya. Sehingga ia tidak perduli dengan negaranya sendiri dan juga rakyat-rakyatnya. Anaknya yaitu raja kita sekarang merasa tidak nyaman dengan kondisi negeri ini. Sehingga ia secara diam-diam merubah semuanya dengan bantuan orang kepercayaannya. Saat semua misi yang ia jalankan berhasil, rajapun baru tersadar bahwa rakyatnya pernah mengalami kesusahan. Sehingga dengan kerelaan hati, ia memberikan kekuasaan sepenuhnya kepada raja kita ini.” Kata jerapah panjang lebar.
“Maka dari itu, kau sangat bangga jika menjadi orang kepercayaan raja bukan?” tanya beruang.
“Ya, benar sekali.” kata jerapah sambil tersenyum kecil. “Oh iya, beberapa hari lagi akan ada musim panas. Pasti kita akan kekeringan, ini adalah saatnya kita untuk mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya agar kita tidak kehabisan makanan dan kelaparan saat musim panas nanti.”
“Benarkah? Baiklah, besok lusa kita berdua akan mengumpulkan makanan. Hari ini aku ingin merapikan diriku terlebih dahulu untuk pertunjukan biolaku besok.”
Keesokan harinya, jerapah menemani beruang untuk melakukan pertunjukan biola di negeri seberang. Bawaan beruang sangat banyak. Ia membawa berbagai makanan, air berliter-liter, membawa pakaian yang sangat banyak dan membawa sebuah payung besar. Semua barang yang ia bawa, ia berikan kepada jerapah untuk membawanya. Jerapah awalnya merasa sangat keberatan, namun dikarenakan hal ini adalah perintah dari sang raja, ia pun menyanggupinya.
“Untuk apa kau membawa semua ini beruang? Kita disana hanya sebentar. Tidaklah perlu membawa barang sebanyak ini!” Kata jerapah ditengah perjalanan. Ia terlihat kelelahan saat membawa semua barang-barang tersebut.
“Jerapah! Ingatlah satu hal, kau adalah orang kepercayaan dari kerajaan untuk mengawalku kemanapun aku pergi. Berarti ini adalah salah satu tanggung jawabmu. Perjalananku kali ini mewakili negeri kita. Harusnya kau tak perlu banyak mengomel jerapah!” Jerapah mulai kesal. Namun, ia hanya memikirkan tanggung jawabnya sebagai salah satu kepercayaan kerajaan. Sehingga ia hanya bisa menuruti kemauan sang beruang.
Keesokan harinya, beruang mengajak jerapah untuk mengumpulkan makanan sebelum musim panas datang. Namun, kejadian pada hari sebelumnya kembali terulang. Beruang kembali menyusahkan keberadaan jerapah. Sang beruang tak memberikan sedikitpun makanan yang ia dapat kepada jerapah. Dan jerapah pun tidak dapat mencari makanan dikarenakan terhalang oleh bawaan beruang yang begitu banyak.
Jerapah merasa ingin marah besar kepada beruang. Namun yang ia ingat kembali adalah kepercayaan raja. Ia tidak ingin kepercayaan raja kepadanya hilang hanya karena emosinya. Namun, terlihat dari kejauhan ada seekor burung beo yang melihat keadaan jerapah. Burung beo itupun segera melaporkannya kepada raja. Saat raja mendengar penjelasan burung beo, betapa marahnya ia. Ia tidak menyangka bahwa beruang yang ia kasihani malah hanya dapat menyusahkan rakyat kepercayaannya. Akhirnya raja menyuruh burung beo untuk memanggil jerapah dan beruang untuk menghadap kepadanya.
Jerapah dan beruangpun sampai dikerajaan. Raja pun terlihat menyiapkan 2 tempat besar dengan isian yang berbeda. Tempat  pertama berisikan buah-buahan yang manis dan segar. Sedangkan tempat  kedua berisikan secawan air putih.
“Selamat datang beruang dan jerapah! Kalian adalah tamu kehormatanku untuk hari ini. Beruang berbakat yang membawa nama negeri kita keberbagai wilayah dan jerapah yang menjadi salah satu rakyat yang paling kupercaya. Aku tahu bahwa kau mengerjakan tugasmu dengan sangat baik wahai jerapah.” Beruang dan jerapah hanya tersenyum mendengarkan pujian dari sang raja.
“Sebagai balasan terima kasihku kepada kalian, aku akan menjamu kalian hari ini diistanaku. Silahkan, satu tempat untuk satu dari kalian!” Kata raja sambil tersenyum kecil. Beruang tanpa berfikir panjang langsung berlari menuju meja dan memakan buah-buahan yang disediakan raja. Namun, jerapah dengan pelannya berjalan menuju tempat berisi secawan air putih dan meminumnya. Betapa leganya perasaan jerapah yang dari tadi kelelahan dikarenakan harus membawa barang-barang dari beruang. Setelah meminumnya, iapun mundur kebelakang beruang dan memperhatikan beruang yang tengah asyik makan. Raja tersenyum saat melihat apa yang terjadi didepan matanya.
Setelah beruang makan, raja memanggil keduanya untuk menghadap didepannya. “maafkan saya raja, akankah saya memiliki kesalahan sehingga anda memanggil saya kemari?” tanya jerapah yang heran dengan perlakuan raja. Raja hanya senyum dan memanggil burung beonya.
“Jerapah, terima kasih! Karena kau sudah menjalankan tugas yang saya berikan dengan sangat baik. Saya akan mengangkatmu menjadi pengawal pribadi saya mulai sekarang. Saya suka kesabaranmu dalam menghadapi beruang dengan sifat tamaknya.” Kata raja yang membuat beruang tampak kaget.
Beruang hanya bisa terlihat marah kepada jerapah, “Jerapah!! Apa yang kau lakukan?! Sejak kapan kau melaporkan semua perlakuanku pada raja??” Beruang mulai tidak sadar dengan apa yang ia katakan. Sehingga raja semakin percaya dengan apa yang dikatakan oleh burung beo. Beruang sontak kaget karena secara tidak sadar ia membocorkan perlakuannya didepan raja. Jerapah hanya terdiam dan tidak mengucapkan apa-apa.
“Saya mengetahui itu semua dari salah satu pelayan kerajaan. Jangan salahkan jerapah wahai beruang. Janganlah menjadi seorang yang melempar batu sembunyi tangan!” Kata raja dengan nada yang sedikit agak tinggi.
Beruang hanya tertunduk malu dan keluar dari istana. Ia akhirnya menyadari kesalahan yang ia buat. Ia sangat tidak mengira bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah kesalahan besar.

Akhirnya, jerapah pun mendapat tempat yang sesuai dengan kesabaran yang ia tahan selama ini. Kini ia menjadi salah satu pekerja istana yang dihormati di kerajaan dan di mata rakyat.


Terimakasih ya sudah membaca prosa yang mimin buat. hehehe

Jumat, 12 Mei 2017

Hubungan antara 3 cabang sastra

Yuhuuu!!! Mimin is back! 
Sekarang mimin datang buat bikin rangkuman tentang hubungan antara 3 cabang sastra. Semoga informasi dari mimin ini bermanfaat yaa  guyss!!!

Pertama, yaitu teori sastra! 
Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum-hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membendakannya dengan yang bukan sastra. Sedangkan teori sastra dalam arti sempit adalah study sistematis mengenai sastra dan metode untuk menganalisis sastra. Namun, secara umumnya yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati.

Kedua, yaitu kritik sastra!
Istilah lain yang digunakan para pengkaji sastra ialah telaah sastra, kajian sastra, analisis sastra, dan penelitian sastra. Talaah sastra adalah memberikan penilaian terhadap sebuiah karya sastra berdasarkan sebuah prinsip sastra dan sesuai dengan karya sastra tersebut. kajian sastra adalah proses atau pembuatan mengkaji, menyelidik, dan menelaah objek material sebuah sastra. Analisis sastra adalah bagian dari kegiatan apresisasi sastra dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap karya sastra itu sendiri. Penelitian sastra adalah cara, strategi, untuk memahami sebuah sastra.
Untuk membuat suatu kritik yang baik, diperlukan kemampuan untuk mengapresiasi sastra, pengalaman yang banyak dalam menelaah, menganalisis, mengulas karya sastra, penguasaan dan pengalaman yang cukup dalam kehidupan.

ketiga, yaitu sejarah sastra!
sejarah sastra adalah bagian ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu. Didalamnya dipelajari ciri-ciri karya sastra pada masa tertentu, para sastrawan yang mengisi arena sastra, puncak-puncak karya sastra yang menghiasi dunia sastra serta peristiwa-peristiwa yang terjadi seputar masalah pada sastra.

Hubungan antara teori, kritik dan sejarah sastra yaitu memiliki kaitan yang erat, karena dalam pembelajaran sastra dituntut untuk memahahi mengenai teori sastra terlebih dahulu yang mencangkup mengenai hakikat sastra, unsur sastra, dan penilaian terhadap karya sastra. Kemudian sejarah sastra merupakan hal yang benar dan pernah terjadi pada waktu sebelumnya. Maka dari itu sejarah sastra sangatlah penting sebagai fakta yang dapat dituntut secara rasional. Kemudian pada hubungan kritik sastra, dimana kita akan menilai dari sebuah karya sastra yang pernah dibuat  mengenai keindahan, kelebihan dan kekurangan.


Daftar pustaka:

Karakter kartun pembelajaran

Hai guysss!!! Balik lagi nih ke Blog aku!
Kali ini aku dapat tugas dari dosen buat bikin karakter kartun yang bisa dipakai untuk mengajar. Karakter ini insya Allah akan ada dalam pembelajaran dan akan menjadi korban dalam kegiatan menyimak dan lainnya.


Hai!! Perkenalkan! Ini karakter kartun  yang mimin beri nama Pute. Kenapa namanya Pute? Ya berhubung miminnya nda bisa mikir nama dulu buat si ucul di atas ini, jadi mimin kasi nama itu dulu. Btw, Pute itu nama panggilannya mimin loh. Hihihi, lagipula mirip mimin juga kan. G-E-N-D-U-T-S!!!
Terimakasih!! ^_^

mimin: Saya (yg mempublikasi).


Permainan Tradisional Nusantara

Hai guys!!!
Sekarang aku bakalan bagiin ke kalian semua soal permainan yang jaman dulu sering kita mainin. Yup!!! Benar banget! Permainan tradisional yang mungkin anak-anak sekarang sudah lupain. Efek canggihnya tekhnologi yang kini membuat anak lebih sering didalam rumah dan tidak berbaur dilingkungan sosialnya. Untuk kali ini, aku bakal share ke kalian soal permainan ini yaa! Ada yang masih ingat ini enggak? "Ampar ampar pisang, pisangku belum masak!" Hihihi ^_^ Throwback dikit yuk!!!

1. Lagu ini pasti kalian kenal loh guys!! Yuk nyanyiin!
"Ampar ampar pisang
pisang ku belum masak
masak sabigi dihurung bari-bari
masak sabigi dihurung bari-bari"

"Manggalepak manggalepok
patah kayu bengkok
bengkok dimakan api
apinya clangcurupan
bengkok dimakan api
apinya clangcurupan"

"Nang mana batis kutung
Dikitip bidawang
nang mana batis kutung
dikitip bidawang"

2. Asal mula permainan ampar-ampar pisang
Ampar-ampar pisang adalah lagu daerah dari Kalimantan Selatan. Katanya, lagu ini dinyanyikan oleh rakyat sekitar sambil membuat kue yang terbuat dari pisang yang disebut dengan rimpi. Pisang tersebut disusun atau orang Banjar sering bilang di ampar dan dibiarkan sampai matang mendekati busuk. Kemudian pisang tersebut dijemur dibawah sinar matahari sampai mengering dan mengeluarkan bau khas pisang yang manis.
Rimpi ini biasanya suka dikerumuni oleh bari-bari atau sekumpulan binatang kecil yang suka dengan aroma pisang dan sering terbang menghinggapi rimpi tersebut.
Lagu ini dibuat untuk menakuti anak-anak yang sering mencuru rimpi ini selama proses pembuatannya.Dimana terdapat kata, "nan mana batis kutung" yang artinya yang mana kaki buntung, sedangkan "dikitip bidawang" yang artinya digigit kura-kura besar atau biawak.

3. Langkah-langkah permainan.
Jujur, saya dulu sangat sering memainkan permainan ini. Karena menurut saya permainan ini sangatlah mudah dan tidak memerlukan tega yang ekstra dalam melakukannya. Cara bermainnya yaitu dengan mengumpulkan anak-anak sebanyak 2 anak atau lebih. Kemudian semua anak akan duduk dan menyelonjorkan kakinya ke depan dengan formasi melingkar. Lalu anak-anak akan menyanyi lagu ampar ampar pisang sambil menepuk bergiliran kaki setiap anak. Kaki siapa yang terakhir disentuh saat lagu habis akan menekuk kakinya kebelakang. Lalu lanjutkan sampai ada salah seorang anak yang salahsatu kakinya tidak terlipat. Maka anak itu akan dianggap kalah.

4. Manfaat permainan
Permainan ini bermanfaat untuk memupuk kekompakan anak-anak dan menumbuhkan rasa solidaritas bagi pemain yang kalah dalam permainan.

5. Dimanakah saja biasanya permainan ini dimainkan?
Permainan ini berasal dari Kalimantan Selatan, maka dari itu anak-anak yang berada didaerah tersebut sering memainkan permainan ini. Tapi, saya berasal dari Kalimantan timur dan saya sangat sering melakukan permainan ini. Saya rasa, permainan ini banyak dijumpai diberbagai daerah di Indonesia karena permainannya yang sangat mudah.

6. Apakah permainan ini bisa diterapkan dikelas?
Menurut saya, permainan ini sangat baik diterapkan dalam kelas mengingat manfaatnya yang sangat baik untuk peserta didik.

Daftar Pustaka

Contoh Bentuk Frase yang ada dalam Artikel


Berikut ini adalah contoh dari frase berdasarkan pada artikel yang ada diatas:
1.   Frase Endosentrik Atributif:
Sudah akrab
Seperti Tanjung Selor
Dengan longsor
Keberadaan taruna siaga berencana
Sebagai seorang
Sebelum bencana
Dapat merangkul
Sehingga komunikasi

2.   Frase endosentrik apositif
Bupati Bulungan, H. Sudjati menyampaikan........
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Bulungan, Agus Nurdiansyah menuturkan........
Mantan kepala Disperindagkop Bulungan ini menambahkan, sebelumnya telah diadakan simulasi bencana.

3.   Frase Eksosentrik
Di lereng-lereng
Di tengah-tengah
Disekitaran
Di pinggiran sungai
Di daerah rawan
Di mana

4.   Frase Verbal
Banjir dan longsor sudah akan
Pasalnya banjir besar juga pernah terjadi

5.   Frase Nominal
Anggota kita ada 100 lebih

6.   Frase Adjektiva, Pronomina, dan Numeralia:
Tidak ditemukan.