Jumat, 12 Mei 2017

Permainan Tradisional Nusantara

Hai guys!!!
Sekarang aku bakalan bagiin ke kalian semua soal permainan yang jaman dulu sering kita mainin. Yup!!! Benar banget! Permainan tradisional yang mungkin anak-anak sekarang sudah lupain. Efek canggihnya tekhnologi yang kini membuat anak lebih sering didalam rumah dan tidak berbaur dilingkungan sosialnya. Untuk kali ini, aku bakal share ke kalian soal permainan ini yaa! Ada yang masih ingat ini enggak? "Ampar ampar pisang, pisangku belum masak!" Hihihi ^_^ Throwback dikit yuk!!!

1. Lagu ini pasti kalian kenal loh guys!! Yuk nyanyiin!
"Ampar ampar pisang
pisang ku belum masak
masak sabigi dihurung bari-bari
masak sabigi dihurung bari-bari"

"Manggalepak manggalepok
patah kayu bengkok
bengkok dimakan api
apinya clangcurupan
bengkok dimakan api
apinya clangcurupan"

"Nang mana batis kutung
Dikitip bidawang
nang mana batis kutung
dikitip bidawang"

2. Asal mula permainan ampar-ampar pisang
Ampar-ampar pisang adalah lagu daerah dari Kalimantan Selatan. Katanya, lagu ini dinyanyikan oleh rakyat sekitar sambil membuat kue yang terbuat dari pisang yang disebut dengan rimpi. Pisang tersebut disusun atau orang Banjar sering bilang di ampar dan dibiarkan sampai matang mendekati busuk. Kemudian pisang tersebut dijemur dibawah sinar matahari sampai mengering dan mengeluarkan bau khas pisang yang manis.
Rimpi ini biasanya suka dikerumuni oleh bari-bari atau sekumpulan binatang kecil yang suka dengan aroma pisang dan sering terbang menghinggapi rimpi tersebut.
Lagu ini dibuat untuk menakuti anak-anak yang sering mencuru rimpi ini selama proses pembuatannya.Dimana terdapat kata, "nan mana batis kutung" yang artinya yang mana kaki buntung, sedangkan "dikitip bidawang" yang artinya digigit kura-kura besar atau biawak.

3. Langkah-langkah permainan.
Jujur, saya dulu sangat sering memainkan permainan ini. Karena menurut saya permainan ini sangatlah mudah dan tidak memerlukan tega yang ekstra dalam melakukannya. Cara bermainnya yaitu dengan mengumpulkan anak-anak sebanyak 2 anak atau lebih. Kemudian semua anak akan duduk dan menyelonjorkan kakinya ke depan dengan formasi melingkar. Lalu anak-anak akan menyanyi lagu ampar ampar pisang sambil menepuk bergiliran kaki setiap anak. Kaki siapa yang terakhir disentuh saat lagu habis akan menekuk kakinya kebelakang. Lalu lanjutkan sampai ada salah seorang anak yang salahsatu kakinya tidak terlipat. Maka anak itu akan dianggap kalah.

4. Manfaat permainan
Permainan ini bermanfaat untuk memupuk kekompakan anak-anak dan menumbuhkan rasa solidaritas bagi pemain yang kalah dalam permainan.

5. Dimanakah saja biasanya permainan ini dimainkan?
Permainan ini berasal dari Kalimantan Selatan, maka dari itu anak-anak yang berada didaerah tersebut sering memainkan permainan ini. Tapi, saya berasal dari Kalimantan timur dan saya sangat sering melakukan permainan ini. Saya rasa, permainan ini banyak dijumpai diberbagai daerah di Indonesia karena permainannya yang sangat mudah.

6. Apakah permainan ini bisa diterapkan dikelas?
Menurut saya, permainan ini sangat baik diterapkan dalam kelas mengingat manfaatnya yang sangat baik untuk peserta didik.

Daftar Pustaka

2 komentar: