Dalam morfologi terdapat fonem. Yaitu pembentukan kata baru yang memiliki sebuah arti baru dan hanya dengan menambahkan imbuhan pada kata tersebut. Berikut ini adalah bentuk-bentuk morfem, antara lain:
1. Morfem bebas, adalah morfem yang bersifat bebas dan dapat berdiri tanpa bantuan morfem lain. Contohnya rumah, tahan, amanah, dll.
2. Morfem terikat, adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan hanya dapat berdiri jika dibantu dengan morfem lain. Morfem terikat sendiri dapat diartikan sebagai imbuhan. Contohnya: ber, mem, men, per, en, i, kan, dll.
Pada Morfologi dibagi menjadi 3 proses, yaitu:
1. Pembubuhan Afiks (afiksasi) yaitu membubuhkan imbuhan pada suatu kata. Proses ini dibagi menjadi 5 bentuk.
a. Prefiks (Awalan) antara lain ber, me, pe, per, di, ter, ke, se. Contoh kata: Menjahit, Tercantik, dan Bermimpi.
b. Surfiks (Akhiran) antara lain kan, an, i. Contoh kata: Hindari, Kenalkan, dan Tiduran.
c. Infiks (Sisipan) antara lain el, er, dan em. Contoh kata yaitu Leluhur.
d. Konfiks (Awal dan akhir) antara lain ber-kan, per-kan, per-in, pe-an, di-kan, di-i, me-kan, ter-kan, ter-i, dan ke-an. Contoh katanya antara lain : Mempercayai, Diberikan, Keindahan.
e. Simulfiks antara lain memper-kan, memper-i, diper-kan, diper-i. Contoh katanya antara lain: Mempertahankan, Dipertanyakan.
2. Proses pengulangan (Reduplikasi) yaitu pembentukan kata ulang yang memiliki makna berbeda dari kata dasar. Contohnya bertele-tele.
3. Proses pemajemukan yaitu menggabungkan dua kata berbeda hingga menciptakan kata baru. Contohnya gegap gempita, tenis meja, kamar kecil, dll.
Daftar pustaka:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar